Rabu, 01 Mei 2019

Komposisi Makanan ini untuk Anda yang Sering Begadang

Komposisi Makanan ini untuk Anda yang Sering Begadang

Tuntutan pekerjaan yang tinggi seringkali membuat seseorang bekerja secara berlebihan dan bahkan hingga begadang atau tidak tidur sama sekali. Untuk mengatasi masalah yang mungkin muncul, mengonsumsi makanan dengan komposisi yang tepat bisa membantu mengimbangi gaya hidup ini.

Menurut ahli gizi (dietizien) Instalasi Gizi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Dedeh, komposisi makanan ideal untuk menjaga tubuh tetap stabil akibat begadang harus mengandung energi seimbang dan memenuhi kaidah makronutrien.

"Makronutrien itu terdapat pada makanan mengandung energi, karbohidrat, dan protein disebut dengan gizi seimbang. Komposisinya karbohidrat itu sekitar 55 - 60 persen kemudian lemak 20 - 30 persen. Dan harus ada sumber vitamin, mineral dari sayuran dan buah 25 gram per hari," kata Dedeh.

Dedeh menjelaskan jumlah sumber vitamin mineral sebanyak 25 gram setara dengan mengonsumsi kurang lebih satu mangkuk sayuran. Jika tiga kali mengonsumsinya dengan penambahan buah-buahan kata Dedeh, maka kebutuhan nutrisi bagi tubuh sudah terpenuhi. Kebutuhan akan lemak, protein dan karbohidrat pun sudah terpenuhi.

Berdasarkan rumus dietezien, agar mengetahui hitungan kadar buah - buahan yang dapat mengganti konsumsi asupan karbohidrat, lemak dan protein yaitu satu buah jeruk identik dengan satu buah pisang Ambon atau satu buah apel Fuji karena senilai kandungannya. Jika dalam sehari kita mengonsumsi buah - buahan tiga sampai lima kali dengan bobot serupa, maka kebutuhan perut terpenuhi dalam setiap aktivitas per harinya.

"Kebutuhan gizi seseorang itu sangat berbeda. Idealnya sih dihitung tinggi dan berat badan baru diketahui kebutuhan asupan makanan yang diperlukan. Kegiatan aktivitasnya juga harus dilihat apa banyak duduk, banyak jalan, banyak kegiatan yang lebih ekstrim tingkat aktivitasnya," ujar Dedeh.

Faktor usia juga sangat berpengaruh dalam penentuan asupan makanan bagi orang dengan kesibukan yang tinggi sampai melupakan waktu tidurnya. Kebutuhan asupan nutrisi untuk rentang usia lebih dari 55 - 65 tahun berbeda dengan usia yang produktif.

1 komentar: