Rabu, 10 Juli 2019

Bumbu Dapur yang Selalu Ada di Masakan Indonesia

Bumbu Dapur yang Selalu Ada di Masakan Indonesia

Membahas soal kuliner di Indonesia memang tidak ada habisnya, apalagi jika membicarakan bumbu yang ada di dalamnya. Tertarik untuk memperdalam pengetahuan soal bumbu dapur? Nggak usah bingung karena sekarang sudah banyak bacaan bagus soal ini dan bisa dengan mudah ditemukan berkat internet. Tidak usah juga takut kehabisan kuota karena kamu bisa berburu berbagai promo yang jual pulsa murah dari berbagai provider.

Jadi, yuk duduk manis dan kenalan dengan bumbu dapur yang selalu ada di masakan Indonesia ini.

1. Bawang

Bumbu utama yang selalu ada di dalam masakan Indonesia adalah bawang. Apa pun makanan yang kamu konsumsi, di dalamnya pasti terdapat bawang putih, bawang merah, atau kombinasi keduanya sebagai bumbu. Seperti bentuk dan warnanya, dua jenis bawang ini memiliki rasa dan kegunaan berbeda.

Bawang merah yang lebih berair memiliki aroma harum saat diolah. Saat digoreng, bawang merah juga mampu mengeluarkan rasa sedikit manis. Bawang yang sering membuat mata perih ini juga sering diiris tipis lalu dipakai sebagai taburan masakan agar terasa lebih lezat. Di sisi lain, bawang putih memiliki aroma dan rasa yang lebih tajam. Selain dipakai sebagai penguat rasa, bawang putih juga sering digunakan untuk menyamarkan aroma amis dari olahan ikan, ayam, atau daging merah.

2. Cabai

Kamu yang cinta makanan pedas pasti sudah tidak asing lagi dengan rasa cabai. Biasanya, cabai yang dimanfaatkan sebagai bumbu dapur di berbagai olahan masakan adalah cabai keriting, cabai hijau, dan cabai rawit. Cabai keriting banyak dipakai untuk menciptakan warna merah dalam masakan. Rasanya yang tidak terlalu pedas membuat cabai jenis ini selalu dipakai dalam jumlah banyak.

Tidak jauh berbeda, cabai hijau juga tidak terlalu pedas saat diolah atau dimakan langsung. Hanya saja, cabai ini memiliki aroma lebih tajam. Bagian kulitnya juga lebih tebal sehingga agak sulit untuk dihaluskan. Cabai yang selalu dicari adalah cabai rawit. Meski berukuran kecil, cabai ini punya rasa pedas yang menggigit. Kadang, saking pedasnya, ada juga cabai yang memberi efek sakit di lidah. Cabai jenis ini enak dimakan langsung hingga diolah dalam masakan.

3. Daun salam

Kuliner luar negeri punya bay leaves, Indonesia punya daun salam yang siap menyedapkan setiap masakan. Daun salam memiliki aroma yang sedap, namun tidak terlalu kuat saat diolah. Oleh karena itu, daun ini selalu dipakai sebagai bumbu tambahan dalam sayuran, tumisan, olahan daging hingga ikan dan ayam, bahkan saat memasak nasi.

Daun salam bisa dimanfaatkan dalam keadaan segar atau pun kering. Saat baru dipetik, daun ini sedikit mirip dengan bentuk daun jambu air. Cara penggunaannya pun sangat mudah. Tidak perlu diiris ataupun dihancurkan, daun salam cukup dimasukkan ke dalam masakan. Ingat, daun ini tidak enak untuk dimakan. Begitu masakan matang, sebaiknya daun ini langsung dibuang ya.

4. Gula garam

Dua bumbu ini adalah bumbu pokok yang dipastikan selalu ada di setiap masakan, bahkan makanan yang cita rasanya pedas. Gabungan dari gula dan garam akan menghasilkan masakan yang sedap dan gurih, atau yang dikenal dengan sebutan keren umami.

Untuk beberapa orang, penggunaan gula dan garam dalam masakan bisa berbeda. Gula dalam masakan Indonesia bisa berarti gula pasir atau gula merah. Gula pasir berasal dari tumbuhan tebu, sementara gula merah diambil dari tumbuhan aren. Gula pasir tidak akan mengubah tampilan masakan karena langsung larut saat dimasak. Di sisi lain, gula merah akan berubah kental dan membuat masakan menjadi keruh.

Garam yang dipakai di Indonesia juga terbagi menjadi dua: garam meja dan garam kasar. Garam meja memiliki tekstur lebih halus dan dapat dipakai langsung begitu kemasannya dibuka. Sementara garam kasar memiliki butiran lebih besar, biasanya dipasarkan dalam bentuk balok yang harus dihancurkan terlebih dahulu.

Sekarang, coba kamu intip dapur di rumah. Apakah bahan-bahan di atas tersedia lengkap?

1 komentar: