Sebelum memulai
berwakaf, ada baiknya untuk mengetahui apa artinya wakaf. Secara etimologis, wakaf adalah menahan atau
menghentikan dari asal kata waqafa-yaqifu-waqfan. Sedangkan secara
terminologis, definisi wakaf beragam namun dengan satu pemahaman yang sama.
Menurut Imam
Nawawi, pengertian wakaf berarti menahan harta yang diambil manfaatnya bukan
untuk diri sendiri sedangkan harta tersebut tetap dan digunakan manfaatnya
untuk kebaikan.
Wakaf menurut
Imam Syarkhasi yaitu menahan harta dari jangkauan kepemilikan orang lain.
Sedangkan menurut al-Mughni, wakaf yaitu menahan harta di bawah pemiliknya,
disertai pemberian manfaat yang berupa sedekah.
Pengertian
menurut Undang-undang Nomor 41 Tahun 2004 mengenai wakaf, berarti perbuatan
hukum wakif untuk dimanfaatkan selamanya atau hanya untuk jangka waktu tertentu
sesuai dengan kepentingan untuk ibadah atau kesejahteraan umum yang sesuai
menurut syariah.
Meski dalam
Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1977 mengenai wakaf keluarga belum diatur
sebab untuk menghindari kekaburan permasalahan perwakafan. Namun, macam-macam
wakaf dalam fiqih diatur secara jelas, yaitu sebagai berikut:
1. Wakaf umum
Salah satu macam
wakaf adalah wakaf umum, yaitu tujuannya untuk kepentingan umum yang tidak
dikhususkan pada orang-orang tertentu. Selama harta wakaf ini masih ada dan
dimanfaatkan oleh masyarakat luas, maka pahalanya akan terus mengalir meskipun
wakif sudah meninggal dunia. Biasanya wakaf umum ini dimanfaatkan untuk
menyelenggarakan kesejahteraan umat, baik itu bidang sosial, kebudayaa,
pendidikan, ekonomi, maupun keagamaan.
Manfaat dari
wakaf umum ini lebih besar manfaatnya karena sesuai dengan tujuan dari wakaf
umum. Dari substansinya, wakaf umum merupakan cara membelanjakan harta di jalan
Allah SWT. Karena manfaatnya luas, dirasakan oleh semua orang, tidak terbatas
pada kelompok tertentu saja.
2. Wakaf ahli
Wakaf ahli atau
yang juga disebut wakaf keluarga yang memang ditujukan untuk orang-orang
tertentu, bisa seseorang atau kelompok. Biasanya ditujukan untuk keluarga atau
kelompok tertentu. Wakaf jenis ini dianggap sah, dan manfaatnya hanya berhak
bagi mereka yang ditunjuk oleh wakif.
Selain
mengetahui macam-macam wakaf, penting juga mengetahui apa saja syarat-syarat
wakaf menurut UU Nomor 41 Tahun 2004 mengenai wakaf. Syarat yang harus dipenuhi
adalah sebagai berikut:
1. Adanya wakif
Syarat wajib wakaf
yaitu adanya wakif (pemberi wakaf). Namun, tidak semua orang bisa menjadi wakif
karena harus memenuhi persyaratan, yaitu dewasa, berakal sehat, pemilik sah
harta yang akan diwakafkan, serta tidak terhalang melakukan perbuatan hukum.
Wakif boleh berupa perorangan, badan hukum, dan organisasi.
2. Adanya Nazhir
Nazhir merupakan
syarat penting yang harus ada dalam syarat wakaf. Nazhir merupakan orang yang
bertugas memelihara dan mengelola harta benda wakaf yang bisa perseorangan,
badan hukum, dan organisasi. Menjadi nazhir haruslah memenuhi persyaratan,
yaitu Warga negara Indonesia, dewasa, beragama Islam, Amanah, mampu secara
jasmani dan rohani, serta tidak terhalang melakukan perbuatan hukum.
3. Ikrar Wakaf
Syarat
selanjutnya adalah harus adanya ikrar wakaf, yaitu pernyataan dari wakif untuk
mewakafkan harta benda miliknya. Ikrar ini setidaknya disaksikan oleh dua orang
saksi dihadapan Pejabat pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW). Ikrar tersebut bisa
dinyatakan secara lisan dan juga tulisan yang tertuang dalam akta ikrar wakaf.
4. Harta benda wakaf
Tentu saja
syarat penting berwakaf yaitu harta benda yang akan diwakafkan. Harta yang
diwakafkan bisa berupa benda bergerak maupun tidak yang punya daya tahan lama
atau tidak hanya sekali pakai serta memiliki nilai menurut agama Islam. Harta
benda ini harus milik sah dari wakif baru bisa diwakafkan.
5. Adanya peruntukan harta benda
wakaf
Dalam mekanisme
berwakaf, harus ada peruntukan manfaat harta wakaf untuk siapa, bisa untuk
sarana ibadah, bantuan bagi anak terlantar, yatim piatu, dan fakir miskin, bisa
untuk kegiatan dan prasarana pendidikan dan kesehatan, kemajuan ekonomi
masyarakat, serta untuk kesejahteraan umum lainnya.
6. Adanya jangka waktu wakaf
Syarat lain dari
wakaf
adalah harus memiliki jangka waktu. Menurut para ulama, harta yang diwakafkan
bisa selamanya, atau bisa juga berjangka.
0 komentar:
Posting Komentar