Sabtu, 19 September 2020

Penggunaan Fire Suppression System untuk Perusahaan Pertambangan


Penggunaan Fire Suppression System untuk Perusahaan Pertambangan

Melansir buletin SKK Migas pada tahun 2017, disebutkan bahwa perusahaan pertambangan seperti perusahaan minyak dan gas memiliki potensi bahaya yang sangat tinggi. Oleh sebab itu, rangkaian pencegahan dan juga penanganan mengenai bahaya yang akan terjadi harus selalu dipersiapkan dengan baik. Salah satu risiko yang sering terjadi adalah kebakaran, sehingga penggunaan fire suppression system Indonesia sangatlah diperlukan.

Fire suppression system atau sistem pemadam api, merupakan perangkat yang dilengkapi dengan tabung kompresor, sistem pengakumulasi tekanan gas, serta detektor panas berbentuk pipa. Alat ini berfungsi untuk mendeteksi panas sekaligus menentukan titik api, sehingga sangat penting untuk dimiliki bagi perusahaan pertambangan.

Dalam jurnalPPNS yang berjudul Analisis Risiko dan Perancangan FM-200 Fire Suppression System pada Substantion”, penulis melakukan studi kasus pada perusahaan minyak dan gas bumi. Mengingat perusahaan pertambangan seperti ini memiliki banyak aset dengan instrumen kelistrikan, risiko kebakaran sebisa mungkin harus diminimalisir agar tidak merugikan dan membahayakan perusahaan. Di sisi lain, perusahaan juga tidak bisa menggunakan pemadam kebakaran dalam bentuk APAR karena tidak efektif dan juga tidak memenuhi standar. Untuk itu, fire suppression system hadir sebagai sistem yang bisa mencegah risiko kebakaran.

Fire suppression system terdiri atas tiga jenis, yakni Rise of Pressure atau ROP, Lost Pressure atau LOP, serta Electric Actuation (FLD). Untuk lebih jelasnya, bisa dilihat dalam poin berikut:

1. Rise of Pressure atau ROP System

Merupakan sistem pemadaman api yang menitikberatkan pressure pada sensor yang terbakar api. Sistem ini juga sudah mendapatkan akreditasi Active Fire serta dilengkapi dengan in-cube system. Tak hanya itu, pengoperasiannya juga mudah dan hemat biaya.

2. Lost Pressure atau LOP System

Merupakan sistem pemadaman api yang ketika timbul percikan api, pressure-nya akan loss (release). Sistem ini juga memiliki efek minimum terhadap tekanan sistem akibat fluktuasi suhu, sudah diuji coba sehingga aman digunakan, serta terakreditasi dengan Active Fire.

3. Electric Actuation (FLD)

Aktuasi Listrik (FLD) menggunakan kabel detektor panas linier dan solenoid listrik untuk melepaskan sistem secara otomatis. Sistem ini menggunakan sirkuit FOAM-GUARD Linier Detection yang dimonitor dengan resistor 10k ohm. Ketika terjadi kenaikan temperatur, detektor FOAM-GUARD ini akan meleleh dan menyebabkan kabel internal untuk memicu pembukaan solenoid listrik. Hal ini kemudian akan menggerakan katup pelepasan yang terletak pada silinder. Aktuasi Listrik (FLD) ini dapat diintegrasikan ke dalam ROP dan juga LOP.

Mengingat pentingnya sistem pemadaman api ini pada perusahaan pertambangan, maka penggunaannya harus dimaksimalkan untuk mencegah risiko kebakaran. Semoga bermanfaat!

0 komentar:

Posting Komentar