Kamis, 03 September 2020

Yuk Intip 4 Bahan Terbaik untuk Membuat Print Masker di Sini


Yuk Intip 4 Bahan Terbaik untuk Membuat Print Masker di Sini

Sebagai upaya mengurangi dan mencegah penyebaran Virus Corona, Pemerintah Indonesia telah mewajibkan masyarakat untuk memakai masker saat berada di luar rumah. Karena masker medis mulai langka, maka masker nonmedis pun menjadi alternatif yang disarankan oleh WHO. Namun, tidak semua alat penutup mulut ini efektif dalam menangkal virus. Berikut terdapat beberapa bahan terbaik yang dapat digunakan untuk membuat print masker. Simak ulasannya.

Pilihan Bahan Kain Terbaik untuk Membuat Masker

1. Kain Katun Tebal

Bahan Katun merupakan salah satu bahan yang kerap digunakan dalam pembuatan masker ini. Bahan ini juga cenderung sangat mudah ditemukan pada setiap rumah. Anda dapat menemukannya dari baju katun atau sarung bantal yang ada di tempat tinggal anda. Namun ternyata tidak semua bahan katun ini sama. Keefektifan katun tergantung pada seberapa banyak serat atau padatnya tenunan. Serat-serat tersebut yang berguna untuk memblokir partikel virus.

Agar lebih mudah mengetahuinya, anda dapat mengarahkan kain katun pada lampu. Jika cahaya melewati serat dengan mudah, maka berarti kain tersebut tidak memiliki filtrasi yang cukup baik. Semakin tebal kain yang digunakan untuk membuat print masker, maka akan semakin bagus untuk menghalau virus. Bahkan para ahli merekomendasikan untuk menggunakan dua lapis kain katun 100 persen, agar dapat melindungi secara ekstra.

2. Kain Nilon

Selanjutnya ada kain nilon yang juga cukup bagus untuk menangkal virus. Penggunaan bahan ini dapat meningkatkan kinerja masker sekitar 15 hingga 50 persen. Bahan dari nilon 70D cukup efektif karena dapat menyaring hampir sekitar 77 persen partikel besar, dan 12 persen partikel kecil. Sedangkan nilon 40D memiliki tingkat filtrasi yang lebih tinggi lagi, namun pengguna akan lebih sulit untuk bernapas sehingga tidak akan cocok sebagai bahan dasar masker.

3. Kombinasi Katun dan Sifon

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahwa kain katun merupakan pilihan terbaik dan praktis sebagai bahan dasar masker fullprint. Namun, berdasarkan studi, penggabungan kain katun dengan dengan lapisan non-katun bisa menghasilkan masker yang jauh lebih efektif. Anda dapat menggunakan satu lapis katun tebal digabung dengan 2 lapis kain sifon. Pilihan bahan kain sifon ini bersifat elektrostatik, sehingga mampu menghasilkan muatan yang dapat memerangkap virus.

4. Katun dan Kain Sutera atau Flanel

Ternyata tidak hanya kain sifon saja yang dapat digabungkan dengan bahan katun. Bahan lainnya seperti kain sutera dan flanel juga bersifat elektrostatik, dan dapat menghasilkan muatan yang berfungsi memerangkap virus. Anda dapat menggunakan satu lapis katun tebal digabung dengan 2 lapis kain sutera atau satu lapis flanel untuk membuat masker. Maka kemudian anda akan mendapatkan alat penutup mulut yang lebih efektif daripada hanya dari katun saja.

5. Tisu Handuk

Untuk membuat masker fullprint atau lainnya yang memiliki perlindungan ekstra, CDC atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menyarankan untuk memasukkan kertas filter kopi di antara lapisan kain. Namun, beberapa orang merasa sulit untuk bernapas dengan tambahan dari filter kopi. Sebagai penggantinya, anda dapat menggunakan tisu handuk yang lebih nyaman agar tidak sulit untuk bernapas. Satu lapisan tisu handuk mampu menyaring 23 persen dari partikel 0,3 mikron.

Itulah beberapa bahan terbaik untuk membuat masker kain. Pastikan anda membeli masker yang aman serta nyaman untuk digunakan. Gunakan masker dengan cara yang benar, dan rawat dengan baik. Walau sudah menggunakan masker, tetap terapkan social distancing dan rutin mencuci tangan serta menjaga kebersihan. Agar anda dapat membantu untuk mencegah penyebaran virus di tengah era new normal ini.


0 komentar:

Posting Komentar