Jumat, 04 Desember 2020

Memahami Minyak Rem Mobil dan Jenis-Jenisnya

Minyak Rem Mobil

Selain memilih jenis asuransi mobil yang tepat, mengetahui apa saja yang dibutuhkan kendaraan agar performanya selalu terjaga merupakan hal wajib bagi tiap pemilik kendaraan. Satu contoh kebutuhan mobil adalah minyak rem, yang ternyata punya andil dalam membantu performa kendaraan dan menjaga mobil agar tidak cepat rusak. Untuk ulasan lengkap tentang minyak rem dan jenis-jenisnya, silakan simak kelanjutan artikel ini, ya.


Apa Itu Minyak Rem?


Minyak rem adalah cairan yang berfungsi sebagai pelumas bagi komponen logam sistem rem yang bekerja saling bergesekan. Adapun komponen logam yang dimaksud adalah kampas dan cakram. Pelumas ini bertugas membuat komponen-komponen tersebut tidak lekas kering dan bisa tahan panas, juga berfungsi sebagai penyalur sistem hidrolik.


Minyak rem umumnya terdiri dari 3 jenis kandungan: polyglycol, glycolether, dan additive. Polyglycol berfungsi sebagai pelumas dengan kekentalan yang sangat tinggi, glycolether berfungsi sebagai pengontrol kekentalan dan titik didih untuk menjaga kestabilan karet, dan additive berfungsi untuk mencegah korosi pada komponen logam rem.


Jenis Minyak Rem Mobil


Minyak Rem Mobil


Jenis rem pada umumnya diklasifikasikan dengan nama DOT, atau Department of Transportation. DOT ini menjadi pengukur titik didih cairan rem, di mana DOT dengan angka lebih tinggi berarti titik didihnya pun lebih tinggi. Dengan begitu, bisa disimpulkan bahwa angka DOT menunjukkan kemampuan minyak rem kendaraan di dalam suhu operasi yang ekstrem.


  • DOT 3. Minyak rem jenis ini punya kandungan polyglycol ether hidroskopik yang menyerap air. Jadi, wujud minyak tetap sama meskipun tercampur air, sehingga kinerja sistem rem tidak terganggu oleh air. Tapi, jika kandungan air yang tercampur makin banyak, titik didih minyak pun makin rendah. Titik didih minyak rem DOT 3 normalnya mencapai 205 derajat Celcius. Di samping itu, minyak rem DOT 3 juga cenderung merusak karet alami atau cat dengan mudah serta menyebabkan karat dengan cepat.
  • DOT 4. Jenis minyak rem ini punya titik didih maksimal 230 derajat Celcius. Untuk itu, minyak rem DOT 4 ini sangat dianjurkan untuk mobil lama. Sebab, mobil lama biasanya punya sistem rem dengan suhu tinggi. Sayangnya, minyak rem DOT 4 tidak bisa menyerap air dengan mudah. Sehingga, jika minyak rem tercampur air, yang terjadi adalah kontaminasi. Meski harganya lebih mahal dibandingkan jenis DOT 3, minyak rem DOT 4 juga masih berisiko menyebabkan kerusakan cat dan menimbulkan korosi di sistem rem mobil.
  • DOT 5. DOT 5 adalah jenis minyak rem berbahan silikon yang tidak mudah menyerap air dan cenderung lebih stabil untuk sistem rem bersuhu tinggi. Sebab, titik didih maksimal minyak rem DOT 5 bisa mencapai 270 derajat Celcius. Tapi, titik didih tinggi ini tidak serta merta membuat DOT 5 menjadi jenis terbaik untuk kendaraan Anda, ya. Anda perlu ketahui dulu kebutuhan sistem rem mobil Anda dan suhu kerjanya yang optimal. Apalagi, minyak rem DOT 5 tidak dijual di toko perlengkapan atau bengkel mobil biasa, mengingat penggunaannya juga masih terbatas. Malah, tipe DOT 5 ini banyak digunakan pada kendaraan militer.

Itulah panduan singkat mengenai minyak rem dan jenis-jenisnya. Semoga ulasan di atas bisa membantu Anda memahami kebutuhan mobil Anda akan minyak rem yang tepat, ya!

 

0 komentar:

Posting Komentar